ANALISIS MAKROEKONOMI: Inflasi Mei 2018

  • Pada bulan Mei 2018, inflasi tercatat sebesar 0,21% (mtm) atau 1,30% (ytd). Inflasi bulan ini lebih tinggi dibandingkan inflasi bulan April 2018 sebesar 0,10% (mtm) dan lebih rendah dibandingkan inflasi bulan Mei 2017 sebesar 0,39% (mtm). Hal ini sesuai dengan prediksi LPEM FEB UI pada analisis sebelumnya. Dilihat dari kelompok pengeluaran, inflasi bulan Mei 2018 disebabkan oleh inflasi pada seluruh kelompok pengeluaran di mana inflasi tertinggi terjadi pada kelompok sandang diikuti oleh kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau masing-masing sebesar 0,33% (mtm) dan 0,31% (mtm). Download (PDF, 308KB)
    05 Jun
    05 Jun
  • Pada tanggal 15 Mei 2018 BPS menerbitkan Berita Resmi Statistik No. 43/05/Th.XXI tentang Perkembangan Ekspor dan Impor Indonesia bulan April 2018. Trade and Industry Brief edisi Mei ini akan memberikan perspektif singkat terhadap data yang disajikan BPS tersebut dengan menghimpun informasi dari berbagai sumber lainnya. Edisi ini juga secara singkat membahas perkembangan perkembangan ekspor karet alami Indonesia. Download (PDF, 473KB)
    24 May
    24 May
  • Strong  US  economic  growth  and  deteriorating  trade  balance  position  in  April  triggered selloff  in  Rupiah‐based  assets  and  depreciation  of  USD/IDR  of  around  1.80%  in  the  last month  alone.  Negative  sentiments  surrounding  USD/IDR  exchange  rate  created  pressure  for Bank  Indonesia  to  increase  its  7‐days  Reverse  Repo  Rate,  particularly  from  banks  and participants  in  FX  market.  At  current  prices,  we see  that  Rupiah‐based  assets  are  now undervalued and that global investors will start to buy again once market turmoil has receded. On  the  other  hand,  domestic  economic  indicators,  particularly  core  inflation  and  domestic consumption,  still  shows that  Indonesian  economy is still  not  ready  for  increase  in  benchmark interest  rate.  Decision  to  increase  7‐days  RRR  may  slow  down  credit  growth  and,  ultimately, inflation  and  growth.  Our  view  is  that  Bank  Indonesia  should leave  the  7‐days  RRR unchanged until  June  2018,  after  the  second  Fed  rate  hike.  We  also  see  the  need  for  BI  to  increase  its exchange rate stabilization effort through direct intervention in FX market. Download (PDF, 1.37MB)
    17 May
    17 May
  • Higher commodity prices and infrastructure spending have not been followed by increase in household consumption. This condition is also exacerbated by low growth of outstanding investment loans. The need to ensure macro stability by managing budget deficit means government should adjust its infrastructure spending plan to a more realistic target. Fiscal stimulus should not be expected to be a growth driver in 2018. Download (PDF, 1.51MB)
    07 May
    07 May
  • Pada bulan ke-empat tahun 2018, atau bulan April 2018, inflasi tercatat sebesar 0,10% (mtm) atau 1,09% (ytd). Inflasi bulan April 2018 lebih  rendah dibandingkan bulan Maret 2018  sebesar 0,20% (mtm) dan lebih tinggi tipis dibandingkan bulan April 2017 sebesar 0,09% (mtm).  Hal ini sesuai dengan perkiraan LPEM FEB UI pada bulan sebelumnya. Dilihat dari kelompok pengeluaran, inflasi bulan April 2018 disebabkan oleh inflasi pada seluruh komponen pengeluaran, kecuali pada kelompok bahan makanan di mana terjadi deflasi sebesar 0,26% (mtm). Deflasi pada kelompok bahan makanan menurunkan tekanan inflasi menciptakan inflasi yang rendah bulan April. Download (PDF, 504KB)
    04 May
    04 May
  • Portfolio capital flow has turned positive in the last month, signaling tapered market reactions to expectation of four rate hikes by Federal Reserves this year. Market trust in macro fundamentals of Indonesia and BI’s signal of firm commitment to defend Rupiah against further depreciation also helped to improve market sentiment and stabilize USD/IDR exchange rate around 13,700 level. Headline inflation also have improved, with 3.40% headline inflation and 2.67% for core inflation signaling slow but steady improvement of consumptions. With remaining risks for Rupiah comes mostly from exchange rate, Bank Indonesia should continue its course of defending Rupiah through direct intervention in forex market and hold policy rate steady. Download (PDF, 1.34MB)
    19 Apr
    19 Apr
  • Inflasi bulan Maret 2018 tercatat sebesar 0,20% (mtm) atau 0,99% (ytd). Inflasi bulan Maret 2018 meningkat tipis dibandingkan bulan Februari  2018, yaitu sebesar 0,17% (mtm) dan lebih tinggi dibandingkan bulan Maret 2017, yaitu deflasi 0,02% (mtm). Hal ini tidak sesuai dengan prediksi LPEM FEB UI sebelumnya karena dampak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) lebih besar dibandingkan penurunan harga beberapa  bahan makanan. Dampak kenaikan harga BBM pada akhir Februari baru berdampak pada bulan Maret. Penurunan inflasi umum yang diperkirakan terjadi ternyata tertahan oleh naiknya harga BBM. Download (PDF, 357KB)
    04 Apr
    04 Apr
Goto :