SERI ANALISIS MAKROEKONOMI: Inflasi Bulanan, September 2021

  • Inflasi pada bulan Agustus tercatat sebesar 1,59 persen secara year-on-year, menguat dibanding bulan sebelumnya dengan inflasi sebesar 1,52 persen. Inflasi pada periode ini didorong oleh penguatan inflasi pada komponen harga yang diatur pemerintah dan harga barang bergejolak, meskipun inflasi inti mengalami sedikit pelemahan. Inflasi pada komponen harga yang diatur pemerintah tercatat sebesar 0,65 persen, menguat dibanding bulan sebelumnya dengan inflasi sebesar 0,61 persen. Inflasi pada komponen harga barang bergejolak juga mengalami penguatan yang cukup signifikan dari 2,97 persen pada bulan Juli 2021 menjadi 3,80 persen pada bulan Agustus 2021. Sebaliknya, inflasi inti mengalami sedikit pelemahan dari 1,40 persen pada bulan Juli 2021 menjadi 1,31 persen pada bulan Agustus 2021. Secara umum, terdapat aktivitas perekonomian yang lebih aktif dibandingkan bulan Agustus tahun lalu. Hits: 18…
    03 Sep
    03 Sep
  • Untuk menyederhanakan proses perizinan berusaha, pada awal Agustus lalu pemerintah Indonesia meluncurkan Online Single Submission (OSS) berbasis risiko atau risk-based approach (RBA), yang merupakan salah satu bentuk pelaksanaan dari UU no.11 tahun 2020 Tentang Cipta Kerja. Dengan OSSRBA ini maka usaha dengan resiko bahaya yang lebih rendah akan melalui proses dan syarat perizinan yang lebih sederhana dan ringan pula, demikian pula sebaliknya. OSS-RBA ini diharapkan akan memperbaiki iklim usaha di Indonesia, tentunya jika terdapat konsistensi pada tingkat implementasinya. Trade and Industry Brief bulan ini membahas secara singkat parameter tingkat risiko, penyelenggaraan perizinan untuk masing-masing tingkat risiko, serta pekerjaan rumah yang masih perlu diperhatikan. Hits: 15…
    27 Aug
    27 Aug
  • Indonesia’s GDP rose by 7.07% (y.o.y) in the second quarter and after exactly one year, we are now officially out of economic recession that started in Q2-2020.  Despite the better-than-expected growth of the economy, the pace of recovery will be limited due to the emergence of Delta variant that has a high transmission rate and causes mobility restrictions to be imposed since last July. Hence, economic indicators, such as Consumer’s Confidence Index (CCI), and Manufacturing Purchasing Managers’ Index (PMI) continued to plunge. From external conditions, the improvement of the U.S. economy resulted in investors moving their capital from emerging markets which caused Rupiah to depreciate against the USD. Therefore, amidst these uncertain circumstances, we see that BI needs to hold its policy rate at 3.50% while maintaining the exchange rate and financial stability. Hits: 7…
    18 Aug
    18 Aug
  • Dalam perkembangannya menghadapi pandemi COVID-19, Indonesia terus berupaya untuk memperbaiki kondisi ekonomi dan sosial masyarakat. Upaya pemerintah melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mulai menunjukkan hasil yang memberikan pengaruh pada penurunan laju kemiskinan dan pengangguran Indonesia di awal tahun 2021. Ke depannya, upaya yang diteruskan oleh pemerintah ini diharapkan semakin optimal dalam menekan angka kemiskinan dan pengangguran pada akhir 2021. Hits: 1…
    13 Aug
    13 Aug
  • Inflasi pada bulan Juli tercatat sebesar 1,52 persen secara year-on-year, menguat dibanding bulan sebelumnya dengan inflasi sebesar 1,33 persen. Penguatan inflasi pada periode ini didorong oleh penguatan pada komponen harga yang diatur pemerintah dan harga barang bergejolak, meskipun inflasi inti mengalami sedikit pelemahan. Inflasi pada komponen harga yang diatur pemerintah tercatat sebesar 0,61 persen, menguat dibanding bulan sebelumnya dengan inflasi sebesar 0,49 persen. Inflasi pada komponen harga barang bergejolak juga mengalami penguatan dari 1,60 persen pada bulan Juni 2021 menjadi 2,97 persen pada bulan Juli 2021. Sebaliknya, inflasi inti mengalami sedikit pelemahan dari 1,49 persen pada bulan Juni 2021 menjadi 1,40 persen pada bulan Juli 2021. Meski demikian, pelemahan inflasi inti tidak cukup kuat untuk menurunkan inflasi umum pada periode ini secara year on year. Hits: 6…
    05 Aug
    05 Aug
  • Despite still being in negative territory, GDP growth of Indonesia is the closest it gets to the positive rate since the outbreak. Recorded at -0.74% (y.o.y), the Indonesian economy in Q1 2021 enjoyed a less severe contraction in almost all sectors than the previous three quarters. In addition, several sectors that enjoyed a rather positive growth during the pandemic were still recording an expansion in the first quarter of 2021. Diving deeper to its sectors, manufacturing industry as the biggest sector in the Indonesian economy with the contribution of more than a fifth, recorded a growth of -1.38% (y.o.y) in Q1 2021, a rather substantial increase from -3.13% (y.o.y) in the last quarter of 2020. Similarly, wholesale and retail trade as another major sector in the economy with the contribution of 13% to the national GDP, grew -1.23% (y.o.y) in Q1 2021 from -3.66% (y.o.y) in Q4 2020. As PPKM were in place during most of Q1 2021, it comes as no wonder, all expenditure components of GDP shrank, except for government consumption, exports, and imports. Beside disruption coming from Covid-19 pandemic, negative growth in most expenditure components is because we are comparing with Q1 2020 when the pandemic has not fully escalated domestically. Hits: 50…
    04 Aug
    04 Aug
  • Untuk menekan penyebaran kasus infeksi COVID-19 yang telah mencapai tingkat mengkhawatirkan, pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat selama dua minggu sejak tanggal 3 hingga 20 Juli 2021. Pemerintah bahkan memperpanjang PPKM Darurat hingga 25 Juli, kemudian memperpanjang kembali hingga 2 Agustus dalam bentuk PPKM level 4 dan baru akan melonggarkan secara bertahap jika kasus penyebaran infeksi telah menurun. Selama PPKM Darurat, pemerintah menetapkan sektor-sektor ekonomi yang dianggap kritikal, esensial dan non-esensial. Trade and Industry Brief bulan ini membahas secara singkat pembagian kategori esensial dan non-esensial tersebut dari perspektif kesehatan maupun kemampuan industri beradaptasi. Trade and Industry Brief bulan ini juga melihat perkembangan neraca perdagangan Indonesia per akhir Juni 2021 lalu, yang kembali mencatat surplus cukup besar senilai USD1,32 miliar dollar AS, yang merupakan surplus ke-14 berturut-turut sepanjang 2020-2021. Informasi yang digunakan dalam brief ini diperoleh dari Berita Resmi Statistik BPS, Statistik Ekonomi dan Keuangan Bank Indonesia, ITC Trademap, dan berbagai sumber lainnya. Hits: 1…
    26 Jul
    26 Jul
Goto :