MACROECONOMIC ANALYSIS SERIES: BI Board of Governor Meeting, August 2018

  • Rupiah’s depreciation to Rp14,600 is driven by confluence of external factors, particularly contagion effect from Turkish Lira’s rapid depreciation throughout emerging markets.   Additionally, market still take into account risk of reduction of global growth due to trade war between US, China, and EU, and its negative implication on Rupiah’s exchange rate. We see strength of Indonesia’s economic fundamentals  and credibility of BI’s promise to defend exchange rate stability prevent Rupiah from experiencing rapid depreciation like other more vulnerable emerging market currencies. Nevertheless, external risks and widening current account deficit makes increase in benchmark rate  this Wednesday necessary.…
    14 Aug
    14 Aug
  • Persistently muted household consumption growth, which is still under 5%, signals that households remain very vigilant to fluctuations in income growth and external risks despite very low and manageable inflation. Under better circumstances, both government and central banks might want to push growth further by relaxing monetary policies and increasing government expenditure. However, both fiscal, current account, and capital flow positions do not give much room for expansionary policies. Indeed, central bank has increased benchmark interest rate by 100 basis points and the government has pledged to postpone some infrastructure projects to 2019 and beyond to contain current account deficit.…
    03 Aug
    03 Aug
  • Pada bulan Juli 2018, inflasi tercatat sebesar 0,28% (mtm) atau 2,18% (ytd). Inflasi bulan ini lebih rendah dibandingkan bulan Juni 2018, sesuai dengan prediksi LPEM FEB UI pada analisis sebelumnya. Dibandingkan dengan bulan Juli tahun 2017, di mana inflasi tercatat 0,22% (mtm), inflasi bulan Juli 2018 lebih tinggi. Dilihat dari kelompok pengeluarannya, inflasi bulan Juli 2018 disebabkan oleh inflasi pada seluruh kelompok pengeluaran kecuali kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan. Inflasi tertinggi tercatat pada kelompok bahan makanan sebesar 0,86% (mtm) disusul oleh kelompok Pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,83% (mtm).  Inflasi kelompok bahan makanan disebabkan oleh terutama kenaikan harga telur ayam ras dan daging ayam ras. Inflasi kelompok Pendidikan, rekreasi, dan olahraga disebabkan oleh peningkatan pengeluaran pendidikan pada bulan Juli 2018, awal periode belajar, seperti yang telah dijelaskan pada analisis sebelumnya.  Kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi karena normalisasi tarif angkutan udara dan angkutan antar kota setelah periode Lebaran selesai.…
    02 Aug
    02 Aug
  • Bank Indonesia’s decision to raise 7-days Reverse Repo Rate by 100 bps in the last three months have shown meaningful results with relatively  table Rupiah in the last two weeks.  Clear and strong signals from Bank Indonesia that they prioritize exchange rate stability has reduced uncertainties in the market due to Federal Reserve’s decision to raise Fed Fund rate faster. With lower volatility in the global market compared to last month and absence of further negative factors, Bank Indonesia has ample room to hold its benchmark rate this Thursday, given that domestic inflation is still very low. Going forward, Bank Indonesia still needs to closely monitor potential sources of downward  pressure for Rupiah, such as ongoing trade war between United States, China, and EU or price volatility of key export commodities.…
    18 Jul
    18 Jul
  • Pada bulan Juni 2018, inflasi tercatat sebesar 0,59% (mtm) atau 1,90% (ytd). Inflasi bulan ini lebih tinggi dibandingkan bulan Mei 2018, namun merupakan inflasi terendah pada periode Lebaran selama delapan tahun terakhir. Inflasi bulan Juni 2018 sesuai dengan prediksi LPEM FEB UI pada analisis sebelumnya. Dilihat dari kelompok pengeluarannya, inflasi bulan Juni 2018 disebabkan oleh inflasi pada seluruh kelompok pengeluaran di mana inflasi tertinggi terjadi pada kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan diikuti oleh inflasi kelompok makanan masing-masing sebesar 1,50% (mtm) dan 0,88% (mtm). Andil inflasi kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan pada inflasi bulan Juni 2018 adalah sebesar 0,26%, sesuai dengan prediksi LPEM FEB UI pada analisis sebelumnya di mana pengeluaran transportasi meningkat pada periode Lebaran.…
    03 Jul
    03 Jul
  • Stronger signal that the Fed will increase Fed Funds rate four times in 2018 and persistent trade deficit in May put additional strains on Rupiah in recent weeks. Despite relatively weak inflation and growth figure, change in Bank Indonesia’s stance to tighten monetary policy is appropriate given current circumstances. The decision to tighten monetary policy is taken amid increase in vulnerability to negative external factors, such as trade war between US and China and European Union, increase in crude oil price in the last 12 months, and price volatility of key export commodities. We see BI’s signal to lift 7-days reverse repo rate this Thursday, along with maintaining direct intervention in forex market, to be the most appropriate policy direction going forward.…
    28 Jun
    28 Jun
  • Pada bulan Mei 2018, inflasi tercatat sebesar 0,21% (mtm) atau 1,30% (ytd). Inflasi bulan ini lebih tinggi dibandingkan inflasi bulan April 2018 sebesar 0,10% (mtm) dan lebih rendah dibandingkan inflasi bulan Mei 2017 sebesar 0,39% (mtm). Hal ini sesuai dengan prediksi LPEM FEB UI pada analisis sebelumnya. Dilihat dari kelompok pengeluaran, inflasi bulan Mei 2018 disebabkan oleh inflasi pada seluruh kelompok pengeluaran di mana inflasi tertinggi terjadi pada kelompok sandang diikuti oleh kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau masing-masing sebesar 0,33% (mtm) dan 0,31% (mtm).…
    05 Jun
    05 Jun
Goto :