SERI ANALISIS MAKROEKONOMI: Inflasi Bulanan, Agustus 2019

  • Harga barang-barang diatur pemerintah (administered goods) dan barang bergejolak yang cenderung mengalami normalisasi berkontribusi dalam membuat inflasi berada di tingkat sesuai prediksi sebelumnya, secara spesifik pada level 0,31% (mtm) atau 3,32%  (yoy). Pergerakan inflasi inti yang sedikit menurun memberikan indikasi bahwa tren pertumbuhan konsumsi cenderung mengalami perlambatan, setelah sebelumnya mengalami peningkatan dari 3,12% di bulan Mei, 3,25% di bulan Juni, serta 3,18% pada bulan Juli. Hingga saat ini kami masih juga mempertahankan outlook inflasi di kisaran 3,4-3,6% di akhir tahun 2019, karena di tengah perlambatan konsumsi masyarakat, ketidakstabilan ekonomi global masih diprediksikan akan berlanjut paruh kedua tahun ini.…
    09 Aug
    09 Aug
  • Indonesia’s economic growth in Q1 2019 is recorded at 5.07% (y.o.y), lower than 5.17% (y.o.y) as  in the previous quarter. Despite of the seasonal pattern, the global stresses caused by economic downturn and wait-and-see mode of investors ahead of the 2019 general election might have impeded overall household consumption and investment. The manufacturing sector, which remains the most contributing sector, only grew at 3.95% (y.o.y) in Q1 2019. Amidst global uncertainty, the general election has ended, and the new administration would step into the office. The new government should take the structural reforms agenda of utmost importance and addressed through bold and significant steps to revive the  competitiveness level of Indonesia’s manufacturing industry.…
    02 Aug
    02 Aug
  • June’s inflation rate slightly fell to 3.28% (yoy) from 3.32% in May. This could indicate stabilizing trend of expected inflation in the medium term. A seemingly increasing trend of core inflation in the last several months should not be misperceived as an improvement in the households’ demand; it  only reflects a seasonal pattern. From the external side, the global economic slowdown continues. GDP of the developed economies persistently showing lower expected growth rates until at least 2020. Big emerging market economies like China and India are not picking up growth either. This poses continuing challenge to Indonesia’s external position. We project that the current account deficit (CAD) in Q2 2019 is going to be worse than the previous quarter. We maintain our view that achieving a substantial improvement of CAD in 2019 will remain a challenge. Current structural policies pursued by the GoI need to be bolstered further.…
    18 Jul
    18 Jul
  • Harga bahan-bahan makanan dan sandang yang masih tinggi selama dan setelah periode lebaran membuat inflasi tetap berada di tingkat yang lebih tinggi dibanding perkiraan sebelumnya. Kedua jenis barang ini menyumbang inflasi umum paling besar (lihat Tabel 1), yang terutama disebabkan oleh meningkatnya konsumsi bahan-bahan makanan dan belanja kebutuhan sandang di sekitar periode Idul Fitri. Selain itu, inflasi inti kembali meningkat, dari 3,12% di bulan Mei menjadi 3,25% di bulan Juni, yang memberikan indikasi kuat bahwa tren pertumbuhan konsumsi yang terlihat di Triwulan-I terus berlanjut di Triwulan-II. Hingga saat ini, kami masih tetap mempertahankan outlook inflasi di kisaran 3.4-3.6% di akhir tahun 2019, di mana potensi peningkatan inflasi di paruh kedua sangat mungkin datang dari peningkatan konsumsi dalam negeri dan pelemahan nilai tukar Rupiah akibat kembali meningkatnya ketidakstabilan ekonomi global.…
    09 Jul
    09 Jul
  • Inflation rate experienced an upsurge to 3.32% (yoy), higher than 3.23% in the same period last year, partially reflecting an improvement in household demand throughout Ramadan and heading into Eid-al-Fitr celebration. Meanwhile, investment has not shown a significant improvement even after the end of the election. Current account deficit in Q2 2019 is inevitable and the target of overall deficit at below 3% of GDP in 2019 is still quite challenging. Moreover, the depressed export due to the downward trend in commodity prices will plague the economic growth in the first half of 2019.…
    20 Jun
    20 Jun
  • Kombinasi dari pertumbuhan ekonomi yang stabil di triwulan-I, ekspektasi harga yang meningkat, dan masa Ramadan dan Idul Fitri mendorong kenaikan inflasi umum yang tajam, dari 2,83% (y.o.y) di bulan April menjadi 3.32% di bulan Mei. Kenaikan inflasi umum yang tajam disumbang sebagian besar oleh harga bahan makanan, yang meningkat 2,02% dari bulan April (lihat Tabel 1) sebagai akibat dari meningkatnya konsumsi bahan-bahan makanan selama bulan Ramadan dan Idul Fitri. Salah satu perkembangan yang cukup menarik untuk diperhatikan adalah kenaikan inflasi inti, dari 3,05% di bulan April menjadi 3,12% di bulan Mei, serta tren harga perdagangan besar, yang menjadi indikasi awal adanya peningkatan optimisme konsumen pasca pemilu 2019. Kami tetap mempertahankan outlook inflasi di kisaran 3.4-3.6% di akhir tahun 2019, terutama karena tekanan terhadap inflasi dari faktor domestik akan cukup ditekan oleh ketidakpastian eksternal dan dampaknya terhadai harga-harga komoditas utama.…
    13 Jun
    13 Jun
  • Slow investment due to the wait-and-see stance of investors amidst the general election and the trend of falling commodity prices has led to lower-than-expected economic growth in Q1 2019. By sector, lower growth was significantly contributed by the continuation of slowing manufacturing growth in the three consecutive quarters. Last month inflation figure remained low at 2.83% (yoy), compared to 3.41% inflation in the same month last year, reinforcing the notion that domestic demand has not fully responded to the democracy celebration and the upcoming Ramadhan season.…
    16 May
    16 May
Goto :