MACROECONOMIC ANALYSIS SERIES: BI Board of Governor Meeting, June 2019

  • Inflation rate experienced an upsurge to 3.32% (yoy), higher than 3.23% in the same period last year, partially reflecting an improvement in household demand throughout Ramadan and heading into Eid-al-Fitr celebration. Meanwhile, investment has not shown a significant improvement even after the end of the election. Current account deficit in Q2 2019 is inevitable and the target of overall deficit at below 3% of GDP in 2019 is still quite challenging. Moreover, the depressed export due to the downward trend in commodity prices will plague the economic growth in the first half of 2019.…
    20 Jun
    20 Jun
  • Kombinasi dari pertumbuhan ekonomi yang stabil di triwulan-I, ekspektasi harga yang meningkat, dan masa Ramadan dan Idul Fitri mendorong kenaikan inflasi umum yang tajam, dari 2,83% (y.o.y) di bulan April menjadi 3.32% di bulan Mei. Kenaikan inflasi umum yang tajam disumbang sebagian besar oleh harga bahan makanan, yang meningkat 2,02% dari bulan April (lihat Tabel 1) sebagai akibat dari meningkatnya konsumsi bahan-bahan makanan selama bulan Ramadan dan Idul Fitri. Salah satu perkembangan yang cukup menarik untuk diperhatikan adalah kenaikan inflasi inti, dari 3,05% di bulan April menjadi 3,12% di bulan Mei, serta tren harga perdagangan besar, yang menjadi indikasi awal adanya peningkatan optimisme konsumen pasca pemilu 2019. Kami tetap mempertahankan outlook inflasi di kisaran 3.4-3.6% di akhir tahun 2019, terutama karena tekanan terhadap inflasi dari faktor domestik akan cukup ditekan oleh ketidakpastian eksternal dan dampaknya terhadai harga-harga komoditas utama.…
    13 Jun
    13 Jun
  • Slow investment due to the wait-and-see stance of investors amidst the general election and the trend of falling commodity prices has led to lower-than-expected economic growth in Q1 2019. By sector, lower growth was significantly contributed by the continuation of slowing manufacturing growth in the three consecutive quarters. Last month inflation figure remained low at 2.83% (yoy), compared to 3.41% inflation in the same month last year, reinforcing the notion that domestic demand has not fully responded to the democracy celebration and the upcoming Ramadhan season.…
    16 May
    16 May
  • Menjelang bulan Ramadhan, inflasi umum mengalami peningkatan yang cukup tajam ke level 2,83% (y.o.y). Kenaikan inflasi umum yang tajam disumbang sebagian besar oleh harga bahan makanan, yang meningkat 1,45% dari bulan Maret (lihat Tabel 1) akibat  meningkatnya permintaan musiman bahan-bahan makanan selama Ramadan hingga Idul Fitri. Di sisi lain, tidak banyak terjadi perubahan pada fundamental inflasi, yang terlihat dari inflasi inti yang stabil di level 3,05%, yang menunjukkan bahwa kenaikan inflasi bersifat temporer. Terus membaiknya harga perdagangan besar dan sinyal Bank Indonesia untuk melonggarkan kebijakan moneter di 2019 membuat kami tetap mempertahankan outlook inflasi di kisaran 3.4-3.6% hingga akhir tahun 2019. Terdapat risiko kenaikan inflasi hingga akhir 2019 apabila harga minyak mentah terus naik akibat sanksi Iran dan turunnya produksi dari Venezuela, serta apabila gugatan hasil pemilu berdampak pada kericuhan.…
    08 May
    08 May
  • Growth momentum in the next quarter is likely to sustain, although some volatility is seen near term after the 2019 general elections. We maintain economic growth forecast for Q1 2019 at 5.2%, as we foresee stronger growth in household consumption. Household spending, which remains the primary driver of Indonesia’s economic growth, is projected to strengthen over the year due to several new policy measures, as long as there is no political dispute in the election result that could bring additional risk to the country.…
    06 May
    06 May
  • A midst the reduced global uncertainty, Indonesian economy’s performance is relatively robust. Inflation rate has been too low, fell below the lower bound of BI’s target. After a slight depreciation at the beginning of March, Rupiah is relatively stable at IDR14,000.  Investor’s positive sentiment as the result of China’s better-than-expected manufacturing growth rate and better sentiment regarding the US-China trade war contributed to the continuing influx of portfolio investments into the emerging economies.…
    25 Apr
    25 Apr
  • Masih turunnya harga-harga barang bergejolak pada bulan Maret membuat inflasi umum turun sedikit di bawah batas bawah Bank Indonesia ke level 2,48% (y.o.y). Penurunan inflasi bulan lalu cukup banyak disumbang oleh penurunan harga energi dan bahan makanan (lihat Tabel 1) selama musim panen. Meskipun inflasi umum terus turun, kami melihat bahwa fundamental inflasi masih relatif stabil dan baik, yang terlihat dari inflasi inti yang tetap berada di atas level 3%. Membaiknya harga perdagangan besar, relatif stabilnya kondisi politik menjelang Pemilu, dan sinyal Bank Indonesia untuk melonggarkan kebijakan moneter di 2019 membuat kami tetap mempertahankan outlook inflasi di kisaran 3.4-3.6% di akhir tahun 2019.…
    02 Apr
    02 Apr
Goto :