SERI ANALISIS EKONOMI: TRADE AND INDUSTRY BRIEF, Mei 2021

  • Angka Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada April lalu melampaui 50, yang mencerminkan membaiknya kepercayaan manajer pengadaan pada industri manufaktur untuk melakukan pembelian barang input. Hal ini dipicu oleh membaiknya daya beli dan harga pada tingkat konsumen. Meskipun demikian, terdapat elemen PMI yang masih kurang dari 50, yaitu harga bahan baku yang masih mahal serta besarnya waktu dan biaya pengiriman barang. Perlu dipertimbangkan insentif untuk pelaku usaha sektor transportasi dan logistik, khususnya untuk kegiatan agregasi dan pengiriman barang dari perdesaan ke perkotaan dan dari luar Jawa ke Jawa, serta pengiriman barang produksi dari sentra UMKM ke pusat-pusat konsumen. Trade and Industry Brief bulan ini juga melihat perkembangan neraca perdagangan Indonesia per akhir April 2021 lalu, yang kembali mencatat surplus cukup besar senilai USD 2,19 miliar dollar AS atau setara Rp 31,4 triliun, terbesar sepanjang 2021. Informasi yang digunakan dalam brief ini diperoleh dari Berita Resmi Statistik BPS, Statistik Ekonomi dan Keuangan Bank Indonesia, ITC Trademap, dan berbagai sumber lainnya. Hits: 0…
    27 May
    27 May
  • Various latest development are in the favor of economic recovery narratives. The rollout of vaccines, massive government stimulus, and gradual opening of economic activity contributes to the observed jumpstart of domestic economy. Regardless, the health risk of Covid-19 is still lingering. Reflected by the inflation figure, the relaxation of social restriction measures and Ramadan season has not yet put the aggregate demand expansion in full-throttle. On the external side, despite the inflows exuberance in early May of 2021 which was driven by positive sentiment towards domestic prospect, the episode of capital inflows is rather transient. Various issues, ranging from the potential lockdown implementation in several countries to the possibility of earlier-than-expected tapering off by the Fed following the US domestic improvement and risk of inflation, triggers capital flows  reversal. With a rather volatile external pressure and the need to maintain financial and exchange rate stability, we are in a view of BI needs to hold its policy rate steady at 3.50%. Hits: 0…
    24 May
    24 May
  • Pentingnya kesehatan sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia untuk hidup layak menjadikan akses terhadap layanan kesehatan menjadi hal yang diperhatikan dan dijamin oleh pemerintah untuk masyarakat. Komitmen ini diwujudkan dalam upaya untuk mencapai Universal Health Coverage yang tidak hanya memperhatikan dari keterjangkauan secara fisik, tetapi juga keterjangkauan dari segi harga, peningkatan kualitas pelayanan, serta pemerataan. Indonesia sebagai salah satu negara yang juga menargetkan pencapaian UHC untuk masyarakatnya menunjukkan capaian yang cukup pesat dalam kurun waktu yang relatif singkat. Hits: 0…
    19 May
    19 May
  • In the first regime of the Jokowi administration (2015-2019), the Government of Indonesia (GoI) sets a progressive plan for infrastructure development to improve interregional connectivity, boost economic growth, and enhance national competitiveness. The government spending on infrastructure rose significantly from IDR 154.6tn (USD 13bn) in 2014 to IDR 394.1tn (USD 27.2bn) in 2019 or approximately multiplied by 254.9%. The budget size straightforwardly represents Indonesia’s high ambition for infrastructure expansion which includes among others: 3,432 km national roads, 1,852 km highways, 65 dams, 41,1 km bridges, 38,431 hectares of urban slum revitalization, 559,660 units of public housing equipped with a drinking water system, 27 seaports, and 10 international airports. Hits: 1…
    11 May
    11 May
  • Inflasi pada bulan April tercatat sebesar 1,42 persen secara year-on-year, menguat dibanding bulan sebelumnya dengan inflasi sebesar 1,37 persen. Inflasi pada periode ini didorong oleh penguatan inflasi bergejolak dan inflasi pada komponen harga yang diatur pemerintah, meskipun inflasi pada komponen inti mengalami sedikit pelemahan. Inflasi bergejolak tercatat sebesar 2,73 persen, menguat dibanding bulan sebelumnya yang hanya sebesar 2,49 persen. Inflasi pada komponen harga yang diatur pemerintah juga mengalami penguatan dari 0,88 persen pada bulan Maret 2021 menjadi 1,12 persen pada bulan April 2021. Sebaliknya, inflasi inti mengalami sedikit pelemahan dari 1,21 persen pada bulan Maret 2021 menjadi 1,18 persen pada bulan April 2021. Namun, pelemahan inflasi pada komponen inti tidak cukup kuat untuk menurunkan inflasi umum pada periode ini secara year on year. Hits: 0…
    05 May
    05 May
  • The Covid-19 pandemic is a crisis like never before. In economic sense, the current crisis is not originated from any economic aspects like credit crunch, banking sector collapse, or sovereign debt overhang. Thus, we are facing a crisis that has never been explained in any economic textbooks and it leaves almost everyone’s clueless. After more than a year living in a pseudo-dystopic world, we have seen enough calamity to the point extraordinary policy measures and practices to weather the crises is a norm. Excessive sovereign debt accumulation, central banks step-in to fund fiscal policies, and the quickest vaccine development in human history has taken place just to save the population from mounting death counts and help the poorest meet their subsistence. Hits: 0…
    04 May
    04 May
  • Pada awal April lalu pemerintah dan DPR RI mengesahkan UU IE-CEPA (Indonesia-EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement). EFTA (European Free Trade Association) adalah asosiasi perdagangan bebas di Eropa yang anggotanya yang terdiri dari 4 negara yaitu Islandia, Norwegia, Swiss, dan Liechtenstein. Melalui CEPA akan terjadi penghapusan atau penurunan ribuan pos tarif dari kedua pihak yang diharapkan akan meningkatkan arus perdagangan. Meskipun demikian, terdapat kemungkinan negara-negara EFTA lebih mampu memanfaatkan peluang ini dibandingkan dunia usaha Indonesia. Karena itu, diperlukan strategi akses pasar yang kuat agar CEPA ini tidak memberikan tekanan pada neraca perdagangan. Selain itu, CEPA ini harus dimanfaatkan bukan hanya untuk peningkatan perdagangan barang, tetapi juga investasi, perdagangan jasa dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan. Hits: 0…
    23 Apr
    23 Apr
Goto :