SERI ANALISIS EKONOMI: TRADE AND INDUSTRY BRIEF, Maret 2020

  • Sejak merebaknya wabah COVID-19 yang bermula di Tiongkok pada Desember 2019, Indonesia secara resmi mengumumkan dua kasus pertama pada 2 Maret 2020. Sejak itu, perekonomian Indonesia menghadapi tantangan yang berat karena kesulitan impor bahan baku produksi, ancaman terhadap ketersediaan bahan pokok, hilangnya pemasukan dari pariwisata, serta menguatnya sentimen untuk lebih memegang mata uang USD daripada Rupiah. Trade and Industry Brief edisi Maret ini memaparkan secara singkat dampak ekonomi dari wabah COVID-19 dan opsi yang tersedia untuk meredamnya.…
    30 Mar
    30 Mar
  • Pada 15 Januari lalu Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok menyepakati perjanjian dagang ‘Fase Satu’ ASTiongkok yang berlaku efektif sejak 14  Februari 2020. Perjanjian ini menandai de-eskalasi dari perang dagang antara kedua negara, meskipun tidak secara langsung membatalkan berbagai tambahan tarif yang pernah diberlakukan. Trade and Industry Brief edisi Februari 2020 memaparkan secara singkat perkembangan perang dagang AS-Tiongkok. Data menunjukkan perang dagang yang telah berlangsung selama hampir dua tahun memang tidak efektif mengatasi defisit neraca perdagangan AS terhadap Tiongkok.…
    09 Mar
    09 Mar
  • “Menguasai nikel, menguasai dunia”, demikian pernyataan yang cukup ramai dibahas terkait potensi dan peran Indonesia dalam pasar nikel dunia. Trade and Industry Brief edisi Januari 2020 memaparkan secara singkat posisi Indonesia dalam cadangan nikel, ekspor nikel mentah dan ekspor olahan nikel dunia. Data menunjukkan bahwa Indonesia memang menguasai cadangan nikel dunia serta ekspor bijih dan konsentrat nikel dunia. Akan tetapi sejauh ini Indonesia belum mampu melakukan hilirisasi nikel, yang diperburuk dengan inkonsistensi dalam kebijakan pelarangan ekspor nikel mentah. Hal ini disayangkan mengingat harga setiap ton produk olahan dasar nikel di pasar dunia dapat mencapai lebih dari 200 kali lipat dari nikel yang masih berbentuk bijih.…
    27 Jan
    27 Jan
  • Neraca perdagangan non-migas Indonesia pada November 2019 mencatat defisit USD0,30 miliar. Kondisi ini diperparah dengan defisit neraca migas sebesar USD1,03 miliar. Hal ini membuat neraca perdagangan Indonesia secara total mencatat defisit USD1,33 miliar. Defisit November 2019 ini disebabkan oleh menurunnya nilai tukar riil ekspor-impor yang begitu signifikan dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi tesebut juga dibarengi dengan peningkatan volume barang impor yang meningkat pesat dibandingkan Oktober.…
    23 Dec
    23 Dec
  • Trade and Industry Brief edisi November ini memberikan perspektif singkat terhadap perkembangan ekspor dan impor Indonesia per akhir Oktober 2019, meliputi perkembangan nilai, volume, harga, jenis produk dan negara tujuan. Edisi ini juga memaparkan secara singkat perkembangan kemudahan berusaha di Indonesia yang mengalami stagnasi pada peringkat 73 dunia.…
    27 Nov
    27 Nov
  • Neraca perdagangan non-migas Indonesia pada September 2019 mencatat surplus USD0,60 miliar, belum mampu menutup defisit neraca migas USD0,76 miliar, sehingga neraca perdagangan Indonesia secara total mencatat defisit USD0,16 miliar. Defisit September 2019 ini disebabkan meningkatnya volume barang impor walaupun harga barang impor secara agregat mengalami penurunan yang relatif lebih besar dibandingkan penurunan harga barang ekspor.…
    28 Oct
    28 Oct
  • Neraca perdagangan non-migas Indonesia pada Juli 2019 mencatat surplus USD0,08 miliar, tidak mampu menutup defisit neraca migas USD0,14 miliar, sehingga neraca perdagangan Indonesia secara total mencatat defisit USD0,06 miliar. Defisit Juli 2019 ini disebabkan oleh meningkatnya volume impor barang yang cukup besar walaupun harga produk dan volume ekspor Indonesia juga mengalami peningkatan.…
    19 Aug
    19 Aug
Goto :