Pimpinan Terdahulu

 
Prof. Dr. Moh. Arsjad Anwar (Emeritus) (1978-1982 dan 1988-1989)

Prof. Dr. Moh. Arsjad AnwarMohammad Arsjad Anwar menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi, dengan konsentrasi Ekonomi Internasional, di FEBUI tahun 1962. Ia memulai karir akademisnya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia sebagai asisten dosen Statistik (1960). Ia pun melanjutkan sekolahnya dan meraih gelar MBA Operation Research dari University of California at Berkeley, Amerika Serikat tahun 1966. Beliau meraih gelar Doktor bidang Ekonomi dari Universitas Indonesia di tahun 1983.

Karir organisasinya dimulai dengan menjadi Ketua Bidang Pendidikan Senat Mahasiswa FE UI pada periode 1960-1961. Selanjutnya, beliau pernah menjadi anggota pengurus pusat ISEI dan penasihat ISEI (1978-1988), Ketua Komisi A (Tri Dharma Perguruan Tinggi) (1985-1993) dan Ketua Komisi C (Pengembangan Universitas) (1993-1999) pada Senat UI, serta anggota (1999-sekarang) dan Ketua Forum Masyarakat Statistik (1999-2004).

Mohammad Arsjad Anwar menjadi Direktur LPEM FE UI untuk periode 1978-1982 serta 1988-1989. Namun sebelumnya beliau telah menjadi koordinator penelitian (1970-1973), Wakil Direktur Penelitian (1973-1978), serta menjadi senior researcher sejak tahun 1973.

Selain sebagai dosen, di lingkungan Universitas Indonesia secara berturut-turut beliau pernah menjabat sebagai Pembantu Dekan Bidang Akademik FE UI (1984-1988), Koordinator Program Pascasarjana Bidang Ekonomi dan Manajemen FE UI (1984-1995), Direktur Pusat Antar-Universitas Bidang Ekonomi (1985-1987), serta Dekan FE UI (1988-1994). Di luar Universitas Indonesia, beliau pernah menjadi dosen Fakultas Ekonomi UKI (1967-1968); Direktur Akademi Bank Muhammadiyah (sekarang STIE Ahmad Dahlan) (1968-1970); dosen tamu Seskoad, Seskoal, dan Lemhannas (1969-1995); serta dosen Fakultas Ekonomi Unsri dan Universitas Lampung (1968-1972).

Pengetahuannya tentang permasalahan sosial ekonomi Indonesia diperkaya dengan keterlibatannya sebagai anggota Tim Pengkajian Kebijakan (1968-1973); konsultan UNCTAD (1971), UNIDO (1972), dan ESCAP (1975); konsultan Badan Litbang Departemen Perdagangan (1973-1983); konsultan BPS untuk Tabel Input-Output dan Statistik Pendapatan Nasional (1975-sekarang); konsultan World Bank tentang Indonesia’s Economic Perspectives (1976); anggota Panitia Teknis Energi (1976-1995); anggota Tim Inti Wawasan Nasional pada Wanhankamnas (1979-1982); anggota Dewan Riset Nasional Kelompok Sosial Budaya, Filsafat, dan Ekonomi (1984-1994); Direktur Center for Policy and Implementation Studies (1986-1988); Koordinator Tim Konsultasi FE UI untuk Departemen Perindustrian (1987-1992); anggota Tim Ahli Bimas Departemen Pertanian (1988-1999); Ketua Dewan Juri Peneliti Muda Bidang Sosial-Ekonomi pada LIPI (1991-2000); Ketua Konsorsium Ilmu Ekonomi (1994-1999); anggota Dewan Pendidikan Tinggi (1994-2000); Manggala Nasional BP 7 (1995-1998); serta anggota Dewan Ekonomi Nasional (1999-2001).

Di dalam pemerintahan, beliau pernah menjabat sebagai staf di bawah Deputi Ketua Bappenas bidang Moneter dan Fiskal (1967-1968), Staf Ahli Menneg PPN/Kepala Bappenas bidang Pengkajian Ekonomi (1994–1998), Staf Ahli Menko Ekuin/Kepala Bappenas (1998), Asmen/Deputi Menko Ekuin Bidang Ekonomi Keuangan (1998-2001), serta Penasihat Ketua Bappenas/Menteri PPN (2001-2010).

Sepanjang pengabdiannya, Mohammad Arsjad Anwar dianugerahi beberapa penghargaan, yaitu Satyalancana Wira Karya (1995), Satyalancana Karya Satya 30 Tahun (1996), Bintang Jasa Utama (1997), Bintang Mahaputra Utama (1999), serta Ilmuwan Berdedikasi dari Kompas (2011).

 
Prof. Dr. Satrio Budihardjo Joedono (Emeritus) (1970-1978)

Prof. Dr. Satrio Budihardjo JoedonoSatrio “Billy” Budihardjo Joedono adalah seorang ekonom Indonesia dan mantan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Ia menyelesaikan studi strata satunya (S1) di FEBUI dengan konsentrasi ekonomi perusahaan (1963), kemudian melanjutkan ke University of Pittsburgh dan meraih gelar Master of Public Administration (1966), dan gelar Doctor of Public Administration di State University of New York at Albany (1971).

Di lingkungan Universitas Indonesia ia menjabat sebagai Direktur LPEM-FEBUI (1970-1978), Pembantu Dekan bidang Akademik FEBUI (1978-1982), dan Pembantu Rektor bidang Administrasi Umum (1982-1986). Ia pun pernah membantu Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo sebagai Asisten Menteri Perdagangan (1970-1973) dan Asisten Menteri Negara Riset (1973-1978). Beliau juga pernah membantu Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie sebagai Direktur Analisa Sistem BPP Teknologi (1978-1982), Asisten Menteri Negara RISTEK (1979-1982), dan Staf Ahli Menteri Negara Ristek (1986-1988). Drs. Radius Prawiro juga menunjuk beliau sebagai Asisten IV Menko Ekuin dan Pengawas Pembangunan (1988-1993). Beliau sering terlibat dan berperan aktif dalam deregulasi perekonomian nasional waktu itu.

Sewaktu menjabat Menteri Perdagangan (1993-1995), beliau melakukan deregulasi perdagangan, menyelesaikan Perundingan Uruguay dan menandatangani Perjanjian Marrakech (1994). Beliau kemudian menjadi Dutabesar RI untuk Perancis dan Kepangeranan Andorra (1996-1998) dan kemudian terpilih menjadi Ketua Badan Pemeriksa Keuangan RI (1998-2004). Pada masa kepemimpinannya, beliau menjadikan BPK sebagai lembaga yang bersuara vokal akan anti korupsi di Indonesia. Sebagai Ketua BPK, dengan status ex officio, beliau melanjutkan kedudukan Indonesia sebagai Ketua Governing Board Asian Organization of Supreme Audit Institutions (ASOSAI) (1998-2003) dan Anggota Dewan Audit ASOSAI (2003-2004).

Setelah pensiun sebagai anggota Dewan Guru Besar FEBUI dan anggota Dewan Guru Besar UI pada tahun 2006, beliau tetap aktif mengajar di Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia.

 
Prof. Dr. Rustam Didong (Emeritus) (1970 dan 1982-1987)

Prof. Dr. Rustam DidongProf. Dr. Rustam Didong adalah salah seorang Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia yang mengabdikan hidupnya dalam bidang pendidikan ilmu ekonomi demi kemajuan perekonomian Indonesia dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Dedikasi beliau diawali dengan menjadi Dosen FEBUI (1960), Dosen Afiliasi UNSRI (1963-1969), Direktur Yayasan Badan Penerbit (JBP) FEBUI (1966-1967), Kepala LPEM FEBUI (1982-1987), Guru Besar FEBUI (sejak 1984), sampai menjadi Deputi Ketua BAPPENAS Bidang Ekonomi (1988-1996). Beliau juga pernah menjabat sebagai Pembantu Rektor I bidang Akademik UI (1986-1988) dan Ketua STEKPI School of Business and Accounting (1997-2006).

Prof. Dr. Rustam Didong menyelesaikan studi strata satunya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (1959), dan melanjutkan studi S2 ke University of California di Berkeley – USA (1962), dan mendapatkan gelar Doktor di University of Southern California di Los Angeles – USA (1976).

Beliau juga memberikan pengajaran dan pelatihan pada kursus-kursus yang merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Karena itu beliau banyak mendapatkan penghargaan yang antara lainnya adalah Satya Lencana Karya Satya Tk. II dari Presiden RI (1984), Regional Integration Award dari University of the Philippines & Institute of European Studies (1983), Wira Karya dari Presiden RI (1993), Bintang Jasa Utama Presiden RI (1995), dan Piagam Anugeraha Sewaka Winayaroha dari Depdiknas (2006).

 
Prof. Dr. Saleh Afif (1968-1970)

Prof. Dr. Saleh AfifProf. Dr. Saleh Afiff adalah lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia pada tahun 1959 dan Universitas California di Berkeley, Amerika Serikat pada tahun 1967. Ia sempat menjadi pengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.

Karirnya dalam pemerintahan Republik Indonesia cukup lama. Beliau pernah menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara merangkap wakil ketua Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional pada Kabinet Pembangunan IV (19 Maret 1983 – 22 Maret 1988), Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas pada Kabinet Pembangunan V (23 Maret 1988 – 17 Maret 1993), Menteri Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan Indonesia pada Kabinet Pembangunan VI (1993-1998). Prof. Dr. Saleh Afiff wafat pada usia 74 tahun di bulan Juni tahun 2005.

 
 
 
Prof. Dr. Ali Wardhana (1963-1968)

Prof. Dr. Ali WardhanaProf. Dr. Ali Wardhana adalah seorang pakar perekonomian Indonesia yang terkemuka dan dipercaya untuk memangku jabatan-jabatan penting dalam pemerintahan. Ali Wardhana menyelesaikan studi S1 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI (1958). Kemudian ia melanjutkan studinya ke University of California di Berkeley dan memperoleh gelar Master of Arts pada tahun 1961. Pada tahun 1962, beliau berhasil menyelesaikan pendidikan doktoralnya dan meraih gelar Ph.D. juga dari University of California. Setibanya di Indonesia, ia menjadi Direktur Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEBUI dan sempat menjabat dekan fakultas yang sama selama dua periode jabatan.

Selagi menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia selama sepuluh tahun (1967-1978), Ali Wardhana adalah merupakan salah satu anggota penasehat perekonomian di pemerintahan Orde Baru dan pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan selama lima belas tahun (1968-1983). Kepakaran beliau di bidang ekonomi telah diakui oleh dunia internasional. Beliau pernah terpilih menjadi Ketua Board of Governors Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (1971-1972). Kemudian beliau menjabat sebagai Menko Ekonomi, Industri dan Pengawasan Pembangunan selama lima tahun (1983-1988).


| 1 | 2 | 3 | 4|



Share this: