SERI ANALISIS MAKROEKONOMI: BI Board of Governor Meeting, Oktober 2021

Percepatan dan perluasan program vaksinasi bersamaan dengan respons kebijakan yang akomodatif melalui stimulus fiskal dan moneter sangat penting untuk mendapatkan kembali momentum pertumbuhan ekonomi setelah
melewati gelombang kedua pandemi akibat varian Delta. Perekonomian berangsurangsur kembali berjalan setelah pemerintah mulai secara perlahan melonggarkan pembatasan kegiatan masyarakat darurat (PPKM). Penerbitan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) sebagai bagian dari reformasi struktural berpotensi meningkatkan penerimaan pajak dan memperluas basis pajak seiring dengan pemulihan ekonomi, terutama dalam jangka panjang. Situasi eksternal yang agak bergejolak akibat krisis energi yang terjadi di Tiongkok, India, dan Eropa dapat mengancam pemulihan ekonomi global. Terlepas dari volatilitas terkini, Rupiah terus terapresiasi menjadi sekitar 14.200 dari sekitar 14.300 didukung oleh situasi pandemi domestik yang lebih baik, kenaikan harga komoditas yang mendorong surplus perdagangan, dan cadangan devisa yang lebih tinggi. Dengan masih adanya risiko di sisa tahun 2021 dan inflasi yang terkendali, kami melihat BI harus terus mempertahankan suku bunga kebijakannya di 3,50% untuk menjaga stabilitas Rupiah dan mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Download (PDF, 1.52MB)