SERI ANALISIS MAKROEKONOMI: BI Board of Governor Meeting, September 2021

  • Kasus infeksi Covid-19 yang mulai menurun secara positif mempegaruhi beberapa indikator makro dan keuangan. Hal ini ditandai dengan performa Purchasing Managers’ Index (PMI) sektor manufaktur yang menunjukkan adanya sedikit peningkatan. Dukungan dari IMF untuk negara anggota juga berpengaruh terhadap peningkatan stabilitas dari sisi eksternal. Akan tetapi, masih diberlakukannya PPKM membuat usaha perbaikan dan pemulihan ekonomi menjadi lebih terbatas. Hal ini ditunjukkan dengan angka inflasi yang masih rendah, serta Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) yang masih menunjukkan adanya pola penurunan. Lebih dari itu, mutasi virus Covid-19 menjadi beberapa varian, mulai dari MU, Lambda, serta C.1.2, juga memberi tekanan lebih lanjut pada aspek kesehatan publik secara khusus dan kondisi ekonomi secara umum. Mempertimbangkan situasi yang ada saat ini, Bank Indonesia perlu mempertahankan suku bunga kebijakannya pada angka 3,50% sambil terus memantau perkembangan situasi akibat Covid-19 dan menjaga kondisi finansial agar tetap stabil.…
    20 Sep
    20 Sep
  • Inflasi pada bulan Agustus tercatat sebesar 1,59 persen secara year-on-year, menguat dibanding bulan sebelumnya dengan inflasi sebesar 1,52 persen. Inflasi pada periode ini didorong oleh penguatan inflasi pada komponen harga yang diatur pemerintah dan harga barang bergejolak, meskipun inflasi inti mengalami sedikit pelemahan. Inflasi pada komponen harga yang diatur pemerintah tercatat sebesar 0,65 persen, menguat dibanding bulan sebelumnya dengan inflasi sebesar 0,61 persen. Inflasi pada komponen harga barang bergejolak juga mengalami penguatan yang cukup signifikan dari 2,97 persen pada bulan Juli 2021 menjadi 3,80 persen pada bulan Agustus 2021. Sebaliknya, inflasi inti mengalami sedikit pelemahan dari 1,40 persen pada bulan Juli 2021 menjadi 1,31 persen pada bulan Agustus 2021. Secara umum, terdapat aktivitas perekonomian yang lebih aktif dibandingkan bulan Agustus tahun lalu.…
    03 Sep
    03 Sep
  • PDB Indonesia naik 7,07% (y.o.y) pada kuartal kedua dan setelah tepat satu tahun, kita resmi keluar dari resesi ekonomi yang terjadi sejak Triwulan-II 2020.  Meski pertumbuhan ekonomi lebih baik dari perkiraan, laju pemulihan masih terbatas karena munculnya varian Delta yang memiliki tingkat transmisi tinggi sehingga pembatasan mobilitas kembali diberlakukan sejak Juli lalu. Beberapa indikator ekonomi seperti Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), dan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur terus mengalami penurunan. Dari kondisi eksternal, membaiknya perekonomian AS mengakibatkan investor memindahkan modalnya dari pasar negara berkembang sehingga menyebabkan Rupiah terdepresiasi terhadap USD. Oleh karena itu, di tengah situasi yang tidak pasti ini, kami melihat BI perlu mempertahankan suku bunga kebijakannya di 3,50% dengan tetap menjaga nilai tukar dan stabilitas keuangan.…
    18 Agu
    18 Agu
  • Inflasi pada bulan Juli tercatat sebesar 1,52 persen secara year-on-year, menguat dibanding bulan sebelumnya dengan inflasi sebesar 1,33 persen. Penguatan inflasi pada periode ini didorong oleh penguatan pada komponen harga yang diatur pemerintah dan harga barang bergejolak, meskipun inflasi inti mengalami sedikit pelemahan. Inflasi pada komponen harga yang diatur pemerintah tercatat sebesar 0,61 persen, menguat dibanding bulan sebelumnya dengan inflasi sebesar 0,49 persen. Inflasi pada komponen harga barang bergejolak juga mengalami penguatan dari 1,60 persen pada bulan Juni 2021 menjadi 2,97 persen pada bulan Juli 2021. Sebaliknya, inflasi inti mengalami sedikit pelemahan dari 1,49 persen pada bulan Juni 2021 menjadi 1,40 persen pada bulan Juli 2021. Meski demikian, pelemahan inflasi inti tidak cukup kuat untuk menurunkan inflasi umum pada periode ini secara year on year.…
    05 Agu
    05 Agu
  • Walaupun masih berada dalam wilayah negatif, pertumbuhan PDB Indonesia berada dalam titik terdekatnya ke area positif sejak merebaknya pandemi. Tumbuh -0,74% (y.o.y), kontraksi ekonomi Indonesia di Triwulan-I 2021 tidak separah tiga triwulan sebelumnya di hampir seluruh sektor. Lebih lanjut, beberapa sektor yang bahkan menikmati pertumbuhan yang positif selama pandemi, mengalami ekspansi lanjutan di triwulan pertama 2021. Melihat lebih detil ke sektoral, manufaktur sebagai sektor terbesar dengan kontribusi lebih dari seperlima ukuran perekonomian Indonesia, mencatatkan pertumbuhan 1,38% (y.o.y) di Triwulan-I 2021, meningkat secara substansial dari -3,31% (y.o.y) di triwulan terakhir 2020. Serupa, sektor perdagangan besar dan eceran sebagai salah satu sektor dominan dengan kontribusi mencapai 13% dari PDB nasional, tumbuh -1,23% (y.o.y) di Triwulan-I 2021 dari -3,66% (y.o.y) di Triwulan-IV 2020. Dengan diberlakukannya PPKM di sebagian besar Q1 2021, tidak heran bahwa semua komponen pengeluaran PDB menurun, kecuali konsumsi pemerintah, ekspor, dan impor. Selain gangguan akibat pandemi Covid-19,  pertumbuhan negatif di sebagian besar komponen belanja karena kita membandingkan dengan Q1 2020 saat pandemi belum sepenuhnya meluas di dalam negeri.…
    04 Agu
    04 Agu
  • Peningkatan jumlah kasus Covid-19 diperkirakan akan menghambat pemulihan ekonomi. Seluruh indikator ekonomi, seperti inflasi, IKK, PMI, dan surplus perdagangan, mulai menunjukkan prospek yang suram. Kami memperkirakan indikator-indikator tersebut akan terus mengalami penurunan di bulan Juli, terutama setelah pemerintah memutuskan untuk menerapkan PPKM Darurat di Jawa dan Bali.  Pada kondisi eksternal, Rupiah cenderung bergerak sideways karena investor mempertimbangkan perkembangan terakhir dalam kasus Covid-19 dan bagaimana sikap bank sentral, terutama The Fed. Terlepas dari kebutuhan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tidak ada ruang bagi BI untuk mengubah kebijakannya karena sisi penawaran masih redup. Untuk menjaga nilai tukar dan stabilitas keuangan di bawah ketidakpastian krisis Covid-19, kami melihat BI perlu menahan suku bunga kebijakan di 3,50% bulan ini.…
    21 Jul
    21 Jul
  • Inflasi pada bulan Juni tercatat sebesar 1,33 persen secara year-on-year, melemah dibanding bulan sebelumnya dengan inflasi sebesar 1,68 persen. Pelemahan inflasi pada periode ini didorong oleh pelemahan pada komponen harga yang diatur pemerintah dan harga barang bergejolak, meskipun inflasi inti mengalami sedikit penguatan. Inflasi pada komponen harga yang diatur pemerintah tercatat sebesar 0,49 persen, menyusut dibanding bulan sebelumnya dengan inflasi sebesar 0,93 persen. Inflasi pada komponen harga barang bergejolak juga mengalami perlambatan dari 3,66 persen pada bulan Mei 2021 menjadi 1,60 persen pada bulan Juni 2021.Sebaliknya, inflasi inti mengalami sedikit penguatan dari 1,37 persen pada bulan Mei 2021 menjadi 1,49 persen pada bulan Juni 2021. Meski demikian, penguatan inflasi inti tidak cukup kuat untuk menaikkan inflasi umum pada periode ini secara year on year.…
    05 Jul
    05 Jul
Goto :