ANALISIS MAKROEKONOMI: Inflasi Agustus 2018

  • Deflasi tercatat sebesar 0,05% (mtm) atau inflasi sebesar 2,13% (ytd) pada bulan Agustus 2018, lebih rendah dibandingkan bulan Juli 2018 di mana terjadi inflasi sebesar 1,28% (mtm). Deflasi bulan Agustus 2018 sedikit lebih tinggi rendah dibandingkan deflasi bulan Agustus 2017 yaitu sebesar 0,07% (mtm). Deflasi ini tidak sesuai dengan prediksi LPEM bulan sebelumnya bahwa akan terjadi inflasi rendah yang didorong oleh konsumsi hari raya.  Penurunan harga bahan makanan yang cukup besar serta masih berlanjutnya dampak penurunan harga tiket transportasi terjadi di luar prediksi.…
    05 Sep
    05 Sep
  • Melemahnya Rupiah ke kisaran Rp14.600 didorong oleh faktor-faktor eksternal, terutama akibat efek domino dari tekanan terhadap Lira Turki yang menyebar ke seluruh negara berkembang. Selain itu, pasar masih melihat adanya risiko turunnya pertumbuhan global akibat perang dagang Amerika Serikat, Tiongkok, dan Uni Eropa, serta potensi dampak negatifnya terhadap nilai tukar Rupiah. Kami melihat bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang relatif baik dan kredibilitas Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar membuat Rupiah tidak melemah lebih dalam seperti yang dialami oleh beberapa negara berkembang lainnya.  Meskipun demikian, risiko eksternal dan kondisi neraca transaksi berjalan membuat BI perlu mempercepat kenaikan suku bunga acuan Rabu ini.…
    14 Agu
    14 Agu
  • Pertumbuhan konsumsi yang rendah, yakni masih di bawah 5%, menggambarkan kewaspadaan rumah tangga terhadap fluktuasi pendapatan dan risiko eksternal meskipun inflasi masih sangat rendah dan terkendali. Pemerintah dan bank sentral sebenarnya ingin mendorong pertumbuhan dengan melonggarkan kebijakan moneter dan menambah konsumsi pemerintah. Namun, kondisi fiskal, neraca transaksi berjalan, dan arus modal saat ini tidak mendukung kebijakan yang bersifat ekspansif. Hal ini terlihat dari keputusan bank sentral sudah meningkatkan suku bunga acuan sebesar 100 bps dan janji pemerintah untuk menunda beberapa proyek infrastruktur hingga 2019 dan seterusnya demi menahan defisit transaksi berjalan.    …
    03 Agu
    03 Agu
  • Pada bulan Juli 2018, inflasi tercatat sebesar 0,28% (mtm) atau 2,18% (ytd). Inflasi bulan ini lebih rendah dibandingkan bulan Juni 2018, sesuai dengan prediksi LPEM FEB UI pada analisis sebelumnya. Dibandingkan dengan bulan Juli tahun 2017, di mana inflasi tercatat 0,22% (mtm), inflasi bulan Juli 2018 lebih tinggi. Dilihat dari kelompok pengeluarannya, inflasi bulan Juli 2018 disebabkan oleh inflasi pada seluruh kelompok pengeluaran kecuali kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan. Inflasi tertinggi tercatat pada kelompok bahan makanan sebesar 0,86% (mtm) disusul oleh kelompok Pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,83% (mtm).  Inflasi kelompok bahan makanan disebabkan oleh terutama kenaikan harga telur ayam ras dan daging ayam ras. Inflasi kelompok Pendidikan, rekreasi, dan olahraga disebabkan oleh peningkatan pengeluaran pendidikan pada bulan Juli 2018, awal periode belajar, seperti yang telah dijelaskan pada analisis sebelumnya.  Kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi karena normalisasi tarif angkutan udara dan angkutan antar kota setelah periode Lebaran selesai.…
    02 Agu
    02 Agu
  • Langkah Bank Indonesia untuk menaikkan suku bunga acuan sebanyak 100 bps selama 3 bulan terakhir terlihat mulai menunjukkan hasil  dengan mulai relatif stabilnya nilai tukar Rupiah selama dua minggu terakhir. Sinyal yang kuat dari Bank Indonesia bahwa mereka mengutamakan kestabilan nilai tukar meredam ketidakpastian yang muncul di pasar akibat langkah the Fed untuk menaikkan suku bunga  lebih cepat. Kami melihat bahwa dengan mulai meredanya gejolak di pasar keuangan global dan tidak adanya tambahan faktor negatif lebih lanjut, Bank Indonesia dapat mempertahankan suku bunga acuan saat ini, terutama mengingat inflasi dalam negeri yang masih sangat  rendah. Ke depannya, Bank Indonesia masih perlu terus mengawasi potensi sumber ketidakstabilan bagi Rupiah, seperti perang dagang  antara Amerika Serikat dengan RRT dan Uni Eropa serta harga gejolak komoditas ekspor utama.…
    18 Jul
    18 Jul
  • Pada bulan Juni 2018, inflasi tercatat sebesar 0,59% (mtm) atau 1,90% (ytd). Inflasi bulan ini lebih tinggi dibandingkan bulan Mei 2018, namun merupakan inflasi terendah pada periode Lebaran selama delapan tahun terakhir. Inflasi bulan Juni 2018 sesuai dengan prediksi LPEM FEB UI pada analisis sebelumnya. Dilihat dari kelompok pengeluarannya, inflasi bulan Juni 2018 disebabkan oleh inflasi pada seluruh kelompok pengeluaran di mana inflasi tertinggi terjadi pada kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan diikuti oleh inflasi kelompok makanan masing-masing sebesar 1,50% (mtm) dan 0,88% (mtm). Andil inflasi kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan pada inflasi bulan Juni 2018 adalah sebesar 0,26%, sesuai dengan prediksi LPEM FEB UI pada analisis sebelumnya di mana pengeluaran transportasi meningkat pada periode Lebaran.…
    03 Jul
    03 Jul
  • Sinyal yang makin kuat dari the Fed untuk menaikkan Fed Fund rate sebanyak empat kali selama 2018 dan defisit neraca perdagangan Indonesia yang berlanjut di bulan Mei membuat nilai tukar Rupiah terus tertekan selama beberapa minggu terakhir. Meskipun inflasi dan pertumbuhan ekonomi masih belum cukup kuat, kami melihat bahwa keputusan Bank Indonesia untuk mengetatkan kebijakan moneter adalah keputusan yang tepat. Pengetatan kebijakan moneter ini diambil di tengah peningkatan kerentanan terhadap faktor negatif eksternal, seperti perang dagang antara Amerika Serikat dengan RRT dan Uni Eropa, tren kenaikan harga minyak mentah setahun terakhir, dan volatilitas harga komoditas ekspor utama.  Kami memandang bahwa sinyal BI untuk menaikkan reverse repo rate 7-hari pada RDG Kamis ini, ditambah dengan intervensi langsung di pasar valas, merupakan arah kebijakan yang paling sesuai untuk saat ini.  …
    28 Jun
    28 Jun
Goto :