MACROECONOMIC ANALYSIS SERIES: Indonesia Economic Outlook, Triwulan II-2020

  • Kasus penularan pandemi Covid-19 di Indonesia telah meningkat drastis, mencapai lebih dari 2.400 jiwa penderita dengan penyebaran yang semakin meluas. Keberadaan pandemi tentu memberikan ancaman besar, baik untuk kehidupan masyarakat maupun perekonomian Indonesia. Pelemahan ekonomi baik di sektor riil maupun finansial tidak dapat terhindarkan. Di tengah risiko disrupsi signifikan terhadap aktivitas perekonomian domestik, pemerintah memerlukan strategi kebijakan fiskal dalam jumlah besar dengan penyaluran yang cepat dan tepat sasaran. Sejauh ini, stimulus sudah dikeluarkan oleh pemerintah dalam dua fokus. Dalam fokus jangka pendek, pemerintah telah berupaya meningkatkan anggaran kesehatan dan mempercepat realisasi bantuan sosial. Dibandingkan beberapa negara terdampak lainnya, nilai anggaran kesehatan di Indonesia relatif lebih besar, yakni sekitar 0,5% dari PDB. Dalam fokus jangka panjang, pemerintah telah menyiapkan strategi untuk mendorong aktivitas ekonomi melalui beberapa insentif, seperti insentif perpajakan dan relaksasi kredit. Hingga saat ini, paket stimulus fiskal sudah mencapai 2,5% dari PDB. Pengeluaran ini relatif tinggi dibandingkan beberapa negara terdampak lainnya.…
    07 Apr
    07 Apr
  • Inflasi umum (YoY) pada bulan Maret mengalami perlambatan dibandingkan pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 2,96%. Hal ini sesuai dengan prediksi dimana inflasi umum (MtM) juga rendah sebesar 0,10%. Perlambatan inflasi pada bulan ini disebabkan oleh penurunan laju inflasi pada kategori barang diatur pemerintah dan bergejolak. Lesunya inflasi pada kedua kategori barang ini erat kaitannya dengan turunnya harga minyak dunia (WTI AS), yang pada akhir Maret hanya mencapai $19.85 per barel – hampir merupakan titik terendah dalam 18 tahun.  Penopang utama laju inflasi pada bulan Maret adalah kategori barang inti (sebesar 2,87% dan 0,28% secara YoY dan MtM). Dalam pandangan kami, kenaikan laju inflasi inti tersebut dipicu oleh pembelian massal berbagai barang-barang kebutuhan dasar rumah tangga – sebagai respons terhadap merebaknya virus COVID-19.…
    03 Apr
    03 Apr
  • Penurunan darurat suku bunga the Fed sebanyak dua kali dalam dua minggu terakhir akibat semakin cepatnya penyebaran pandemi Covid-19 telah menyebabkan pasar melakukan aksi jual besar-besaran pada aset berisiko. Ketakutan investor global akan ketidakpastian memicu arus modal keluar dari negara-negara berkembang.  Portofolio Indonesia telah mencatat arus modal keluar mencapai USD8.1 miliar sejak mulai menyebarnya Covid-19 pada akhir Januari. Untuk mengantisipasi dampak pandemi pada perekonomian dalam jangka pendek hingga menengah, banyak bank sentral telah berupaya menjaga likuiditas sistem perbankan mereka bersamaan dengan pemotongan suku bunga kebijakannya. BI sendiri telah mengeluarkan paket stimulus, termasuk suntikan dana di pasar valas dan DNDF serta penurunan GWM valas bank. Namun demikian, “flight-to-safety” telah melemahkan Rupiah ke sekitar Rp15.200 sejauh ini. Meningkatnya perilaku risk aversion dari investor global yang telah secara signifikan menurunkan likuiditas USD di pasar keuangan emerging economies, termasuk Indonesia.…
    19 Mar
    19 Mar
  • Meskipun inflasi (MtM) sesuai dengan ekspektasi yang lebih rendah dari inflasi bulan Januari sebesar 0,14%, inflasi umum (YoY) mengalami peningkatan sebesar 30 bps menjadi 2,98% dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya mencapai 2,68%. Peningkatan laju inflasi umum secara  YoY ini disebabkan lebih tingginya inflasi MtM yang biasanya mengalami deflasi pada bulan Februari. Dengan kata lain, terjadi shock yang lebih besar terhadap pergerakan harga, terutama harga barang bergejolak. Gangguan yang lebih besar ini salah satunya adalah intensitas musim hujan  yang lebih tinggi menyebabkan hambatan pada tingkat suplai beberapa komoditas pangan seperti komoditas bawang putih, bawang merah, dan juga cabai merah.…
    04 Mar
    04 Mar
  • Epidemi virus Corona belakangan ini memiliki dampak yang dapat mengganggu pemulihan pertumbuhan global, termasuk Indonesia. Wabah ini berpotensi membawa beberapa dampak terhadap perekonomian Indonesia melalui tiga jalur: pasar keuangan, sektor riil, dan sektor pemerintah. Penyebaran wabah ini dalam jangka pendek telah mempengaruhi pasar keuangan akibat kekhawatiran investor global dan memicu arus modal keluar dari negara berkembang yang mengancam likuiditas pasar dan stabilitas kurs. Di sektor riil, dampak dari epidemi ini terjadi dalam penurunan kegiatan pariwisata & perdagangan, serta potensi perlambatan investasi riil. Di sektor pemerintah, bisa terjadi penurunan pendapatan pajak dan peningkatan dalam imbal hasil obligasi pemerintah.  …
    20 Peb
    20 Peb
  • Inflasi umum pada bulan Januari (secara YoY) mengalami peningkatan sebesar 0.08 bps dari bulan sebelumnya yang hanya mencapai 2.59%. Peningkatan laju inflasi ini disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, terdapat pengaruh dari faktor musiman dari sisi penawaran dimana harga beberapa komoditas pangan seperti cabai, bawang merah, bawang putih cenderung mengalami kenaikan. Faktor kedua adalah pengenaan cukai terhadap rokok dan peningkatan tarif BPJS yang berlaku pada awal bulan Januari. Faktor musiman akan terus berlanjut sampai bulan Maret, sedangkan dampak pengenaan cukai dan kenaikan tarif BPJS akan bersifat temporer. Daya beli masyarakat bersifat relatif stabil – tercermin dari pergerakan inflasi inti yang bersifat stagnan sepanjang waktu. Karena itu, kami mempertahankan prediksi inflasi kami sebelumnya, yaitu di kisaran 2,80 – 3,00% hingga akhir tahun nanti.…
    12 Peb
    12 Peb
  • Ekonomi terus mengalami pertumbuhan yang melambat dari 5,07% (y.o.y) pada Q2-2019 menjadi 5,02% (y.o.y) pada Q3-2019. Performa serupa kemungkinan akan terjadi di Q4-2019. Di tengah perlambatan ekonomi global, sektor manufaktur mengalami perbaikan di Q3-2019 (4,15%) setelah dua pertumbuhan yang lebih lambat secara berturut-turut di 1H-2019. Ini mungkin pertanda yang baik untuk percepatan lebih lanjut di tahun 2020. Di sisi lain, konsumsi menurun akibat dari pelemahan pengeluaran di tengah meningkatnya ketidakpastian global.…
    04 Peb
    04 Peb
Goto :