SERI ANALISIS MAKROEKONOMI: Inflasi Bulanan, September 2020

  • Melanjutkan tren yang terjadi sejak bulan Maret 2020, inflasi umum pada bulan Agustus 2020 kembali mengalami penurunan sebesar 0,22 bps hingga menjadi 1,32% (YoY) – titik terendahnya dalam 20 tahun terakhir. Kami melihat bahwa tren turunnya inflasi memiliki kaitan yang erat dengan belum pulihnya daya beli masyarakat, sebagaimana tercermin pada tren inflasi inti yang terus menurun sejak Maret 2020. Selain itu, ketidakpastian yang kembali muncul dengan jumlah kasus COVID-19 yang terus meningkat mendorong masyarakat untuk mengurangi konsumsi terlebih investasi dan memilih untuk meningkatkan tabungan.…
    02 Sep
    02 Sep
  • Tidak mengejutkan bahwa Covid-19 berdampak sangat buruk terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia karena wabah tersebut mengakibatkan gangguan di seluruh aspek ekonomi. Pertumbuhan PDB mengalami kontraksi tajam sebesar -5,32% (yoy) di Triwulan-II 2020, yang merupakan penurunan terparah sejak Krisis Keuangan Asia 1998. Beberapa sektor utama seperti manufaktur, perdagangan grosir dan eceran, konstruksi, transportasi, dan akomodasi merupakan sektor-sektor yang paling terpukul akibat kebijakan pembatasan sosial yang bertujuan untuk menahan penyebaran virus. Perlambatan ekonomi juga tercermin sepenuhnya dari sisi pengeluaran, dimana pertumbuhan negatif terlihat di semua komponen PDB. Konsumsi dan investasi, turun masing-masing sebesar -5,51% dan -8,61% (yoy). Meskipun kemungkinan terjadinya perlambatan aktivitas ekonomi di Triwulan-III 2020 tidak dapat dihindari karena bisnis yang tidak dapat beroperasi dengan kapasitas penuh dan penjualan yang lebih rendah mencegah pemulihan ekonomi secara penuh, pemerintah harus tetap waspada dan fokus untuk menghindari perlambatan ekonomi lebih lanjut. Sementara itu, inflasi yang rendah masih akan berlanjut dan bahkan terdapat kemungkinan deflasi dalam beberapa bulan mendatang. Dengan demikian, tantangan bagi pemerintah ke depan adalah untuk meningkatkan permintaan dan menghindari deflasi.…
    18 Agu
    18 Agu
  • Inflasi pada bulan Juli 2020 mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu sebesar 0,4 bps, hingga menjadi 1,54% (YoY). Bahkan, inflasi MtM pada bulan Juli 2020 tercatat mengalami deflasi sebesar 0,1% – tingkat terendah dalam 10 bulan terakhir. Adapun penurunan inflasi tersebut disumbangkan oleh turunnya komponen inflasi bergejolak (sebesar 2,11 bps) dan inflasi inti (sebesar 0,19 bps). Turunnya laju pertumbuhan output yang juga disertai dengan terus menurunnya laju inflasi mengindikasikan dominasi komponen permintaan agregat, ketimbang komponen penawaran agregat dalam shock ekonomi yang dipicu oleh COVID-19. Melemahnya permintaan agregat tercermin pada menurunnya laju inflasi inti secara konsisten sejak bulan Maret, sebagai bentuk adaptasi masyarakat terhadap krisis ekonomi COVID-19 baik dalam bentuk pengurangan konsumsi dan peningkatan tabungan (saving).…
    04 Agu
    04 Agu
  • Terhitung sudah lima bulan sejak kasus pertama Covid-19 diumumkan di Indonesia pada awal bulan Maret. Masifnya penyebaran virus telah membawa dampak yang sangat besar, tidak hanya bagi kesehatan manusia tetapi juga bagi perekonomian. Berbagai kebijakan pencegahan, seperti pembatasan perjalanan antar wilayah serta pembatasan sosial, telah berdampak pada hampir seluruh sektor ekonomi. Disrupsi selama pandemi ini tercermin dalam pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah dari perkiraan di Triwulan-I 2020 sebesar 2,97%, dibandingkan dengan konsensus di sekitar 3,5-4,0%. Kontributor utama PDB, seperti sektor manufaktur, perdagangan grosir dan eceran, konstruksi, dan sektor pertambangan dan penggalian, yang secara akumulatif menyumbang lebih dari setengah keseluruhan PDB, mengalami kontraksi pada Triwulan-I 2020. Pada saat yang sama, konsumsi rumah tangga merosot menjadi hanya 2,84%, jauh di bawah pertumbuhan 5,01% yang tercatat pada periode yang sama tahun lalu. Gangguan permintaan domestik tercermin dari penurunan pertumbuhan di hampir semua subsektor konsumsi.…
    04 Agu
    04 Agu
  • Akhir dari masa pandemi yang belum terlihat akan selesai dalam waktu dekat telah menempatkan pemerintah di situasi yang sulit karena kegiatan bisnis yang berhenti selama beberapa bulan dan skema pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang memaksa beberapa kelompok masyarakat mendapatkan penghasilan lebih sedikit. Kondisi tersebut sangat mahal bagi pemerintah karena harus menyediakan kebutuhan sosial dan beberapa stimulus lainnya untuk melindungi masyarakat dengan mempertahankan kebutuhan dasar dan untuk menjaga perusahaan-perusaan dari kebangkrutan. Sementara tingkatan covid-19 makin memburuk dalam hal penyebarannya, pemerintah telah berusaha mencapai jalan tengah dengan menerapkan protokol “new normal” untuk merangsang aktivitas ekonomi tanpa secara signifikan membahayakan aspek kesehatan dan keamanan dari masyarakat. Terlepas dari hal tersebut, dampak dari meningkatnya kegiatan ekonomi masih belum tercermin dalam data inflasi Juni.…
    15 Jul
    15 Jul
  • Inflasi pada bulan Juli 2020 kembali mengalami penurunan hingga 1,96% (secara YoY) – angka terendah dalam setidaknya satu tahun terakhir. Kami berpendapat bahwa tren pelemahan inflasi ini tidak terlepas dari respon agen ekonomi terhadap pandemik COVID-19. Ketidakpastian kondisi perekonomian mendorong masyarakat untuk meningkatkan tabungan dan mengurangi konsumsi. Hal ini melemahkan daya beli masyarakat, sebagaimana tercermin dari turunnya inflasi inti hingga mencapai angka 2,26% (turun sebesar 0.39 bps). Tidak hanya itu, lesunya perekonomian global dan harga minyak dunia yang belum mencapai tingkat pra-COVID 19 juga ikut berkontribusi melemahkan inflasi domestik.…
    03 Jul
    03 Jul
  • Beberapa negara, termasuk Indonesia, mulai membuka kembali ekonomi dan melonggarkan pencegahan pandemi sebagai upaya pemulihan kontraksi akibat COVID-19. Meskipun puncak pandemi dan penyelesaiannya masih belum pasti, Indonesia memutuskan untuk secara bertahap menghidupkan kembali perekonomian dengan melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menuju “new normal”. Hingga saat ini, pandemi telah berdampak pada seluruh aspek ekonomi seiring dengan gangguan rantai pasok global dan melemahnya permintaan. Penurunan konsumsi dan investasi tidak dapat dihindari. Lebih lanjut, ekspor turun secara signifikan sementara impor anjlok lebih dalam. Kondisi ini mencerminkan prospek ekonomi yang suram dalam waktu dekat karena jatuhnya impor, yang didominasi oleh bahan baku dan barang modal, memberikan sinyal kontraksi ke sektor riil. Selain itu, inflasi tetap rendah dan terkendali karena penurunan permintaan meredam inflasi yang bersumber dari kenaikan biaya produksi.…
    17 Jun
    17 Jun
Goto :